Di beberapa pojok Jakarta yang padat dan sesak, tersimpan beberapa tempat makan paling nikmat. Beragam jenis makanan dan pengaruh industri kuliner dari berbagai daerah membuat Jakarta, kota dengan populasi 10 juta jiwa ini, jadi tujuan wisata kuliner favorit di Asia.
Siapkan perut, siapkan uang, dan jangan takut ketagihan. Berikut ini adalah tulisan pertama dari serial tulisan tempat makan nikmat dengan harga terjangkau, yang kami rekomendasikan buat Anda.
Yang menarik perhatian adalah, warung tersebut cukup ramai. Tertulis di terpal hijaunya, “Sop Kambing Bang Mamat.”
Saya mampir dan duduk persis di depan meja yang di atasnya tersaji potongan-potongan daging kambing, makanan kukus yang dibungkus kulit pisang, sekaleng minyak samin dan banyak buah tomat. Sang penjual, pria 40-an tahun, bertanya, "Mau pakai apa, Mas? Ada daging, pipi, jeroan dan kaki."
Saya pun memesan otak, daging dan pipi kambing, Dengan cekatan sang penjual lalu mengiris potongan daging dan pipi kemudian diletakkan di mangkok putih. Di mangkok itu lalu ditambahkan otak kambing yang berbentuk persegi dan berwarna putih bersih serta irisan buah tomat yang cukup banyak.
Sop kambing disuguhkan sempurna, memukau selera. Foto: Fajar Anugrah Putra/Yahoo! Indonesia
Yang unik dari cara penyajiannya ialah mangkok yang sudah berisi daging lalu diguyur kuah sop berwarna putih hingga penuh, lalu ditumpahkan lagi ke dalam panci besar-tempat kuah sop kambing. Kemudian diguyur lagi dengan kuah, diberikan sedikit garam, sedikit penyedap rasa, daun bawang, bawang goreng dan minyak samin!
Saat disajikan ke hadapan saya, tercium aroma sedap dari semangkok sop kambing yang masih mengepul. Kemudian saya mencoba sesendok kuahnya. Rasanya gurih sekali!
Saya tanya kepada penjualnya: "Kuahnya ini pakai apa Pak?" "Pakai susu sapi Mas. Susu bubuk terus kita rebus sama kaldu kambing", jawab sang pedagang.
Saya lalu menyendok dagingnya, terasa empuk, tidak melawan saat dikunyah dan tidak berbau amis kambing, sama halnya dengan kuah sop. Begitu pula pipi kambingnya, lebih kenyal tapi lembut.
Untuk otak kambingnya saya berikan nilai 10 dari 10. Rasanya tidak asin, tapi gurih dan 'meleleh' di mulut.
Kemudian saya tambahkan sambal kacang yang sudah diblender halus dan perasan jeruk nipis sebanyak dua potong. Tambah nikmat! Tak terasa dalam tempo kurang dari 15 menit, semangkok penuh sop kambing, sepiring nasi putih dan jeruk hangat ludes.
Mau tahu berapa yang saya harus bayar untuk itu semua? Hanya Rp 30 ribu. Sangat terjangkau.
Sop Kambing Bang Mamat buka setiap hari mulai pukul 17.30 WIB-habis. Letaknya di jalan Gandaria, Jakarta Selatan (satu baris dengan pom bensin Pertamina dan RS Muhammdiyah).
Khas sate padang adalah diguyur kuah kental campuran kacang yang diulek bersama tepung maizena, air, cabai dan berbagai rempah. Jangan lupa ketupat, kerupuk kulit, keripik singkong pedas dan bawang goreng sebagai tambahannya.
Untuk Anda yang tinggal di Jakarta, sate padang mudah ditemui di mana saja, mulai dari kaki lima sampai beberapa restoran di mall. Saya mulai menemukan sate padang yang nikmat di kawasan Jl Radio Dalam, Jakarta Selatan. Namanya “Sate Padang Salero Ajo.”
Salero Ajo di waktu malam. Foto: Jajalable Culinary
Salero Ajo memiliki ciri khas sate lidahnya yang gurih, empuk dan irisannya besar-besar. Plus kuahnya yang banyak dalam setiap porsinya serta ketupatnya yang lembut. Kuahnya gurih dan pedas, tapi tidak terlalu menggigit. Sehingga tak akan membuat orang kelabakan saat memakan.
Selain sate lidah, Salero Ajo juga menjual juga sate usus, jantung dan daging sapi.
Saya sangat menyukai jika sate padang ditambahkan kerupuk kulit yang dicelup bersama kuahnya. Tekstur kerupuk kulit yang renyah, krenyes-krenyes pun jadi lunak.
Satu porsi sate padang plus ketupat dijual seharga Rp 17.500. Satu bungkus kerupuk kulit dijual hanya Rp 2 ribu.
Di kawasan Radio Dalam juga ada beberapa penjaja sate padang. Lokasi Salero Ajo terletak tak jauh dari perempatan lampu merah Radio Dalam, sekitar 200 meter. Jika Anda berjalan menuju ke arah Pondok Indah, maka Sate Padang Salero Ajo ada di sebelah kanan, warung tenda yang banyak lampunya dengan terpal putih.
Selamat ketagihan!
Siapkan perut, siapkan uang, dan jangan takut ketagihan. Berikut ini adalah tulisan pertama dari serial tulisan tempat makan nikmat dengan harga terjangkau, yang kami rekomendasikan buat Anda.
Sop Kambing Bang Mamat
Suatu malam saya melintas di Jalan Gandaria, Jakarta Selatan menuju Bintaro. Sesaat setelah melewati RS Muhammadiyah, di sebelah kanan jalan sebelum pom bensin, ada warung tenda dengan terpal hijau — selazimnya warung makan kaki lima.Yang menarik perhatian adalah, warung tersebut cukup ramai. Tertulis di terpal hijaunya, “Sop Kambing Bang Mamat.”
Saya mampir dan duduk persis di depan meja yang di atasnya tersaji potongan-potongan daging kambing, makanan kukus yang dibungkus kulit pisang, sekaleng minyak samin dan banyak buah tomat. Sang penjual, pria 40-an tahun, bertanya, "Mau pakai apa, Mas? Ada daging, pipi, jeroan dan kaki."
Saya pun memesan otak, daging dan pipi kambing, Dengan cekatan sang penjual lalu mengiris potongan daging dan pipi kemudian diletakkan di mangkok putih. Di mangkok itu lalu ditambahkan otak kambing yang berbentuk persegi dan berwarna putih bersih serta irisan buah tomat yang cukup banyak.
Sop kambing disuguhkan sempurna, memukau selera. Foto: Fajar Anugrah Putra/Yahoo! IndonesiaYang unik dari cara penyajiannya ialah mangkok yang sudah berisi daging lalu diguyur kuah sop berwarna putih hingga penuh, lalu ditumpahkan lagi ke dalam panci besar-tempat kuah sop kambing. Kemudian diguyur lagi dengan kuah, diberikan sedikit garam, sedikit penyedap rasa, daun bawang, bawang goreng dan minyak samin!
Saat disajikan ke hadapan saya, tercium aroma sedap dari semangkok sop kambing yang masih mengepul. Kemudian saya mencoba sesendok kuahnya. Rasanya gurih sekali!
Saya tanya kepada penjualnya: "Kuahnya ini pakai apa Pak?" "Pakai susu sapi Mas. Susu bubuk terus kita rebus sama kaldu kambing", jawab sang pedagang.
Saya lalu menyendok dagingnya, terasa empuk, tidak melawan saat dikunyah dan tidak berbau amis kambing, sama halnya dengan kuah sop. Begitu pula pipi kambingnya, lebih kenyal tapi lembut.
Untuk otak kambingnya saya berikan nilai 10 dari 10. Rasanya tidak asin, tapi gurih dan 'meleleh' di mulut.
Kemudian saya tambahkan sambal kacang yang sudah diblender halus dan perasan jeruk nipis sebanyak dua potong. Tambah nikmat! Tak terasa dalam tempo kurang dari 15 menit, semangkok penuh sop kambing, sepiring nasi putih dan jeruk hangat ludes.
Mau tahu berapa yang saya harus bayar untuk itu semua? Hanya Rp 30 ribu. Sangat terjangkau.
Sop Kambing Bang Mamat buka setiap hari mulai pukul 17.30 WIB-habis. Letaknya di jalan Gandaria, Jakarta Selatan (satu baris dengan pom bensin Pertamina dan RS Muhammdiyah).
Sate Padang Salero Ajo
Untuk Anda pencinta makanan khas Sumatera yang berbumbu pedas, wajib menyukai sate padang — irisan jeroan, daging dan lidah sapi seukuran kuku manusia-atau sedikit lebih besar, dibumbui dengan bermacam-macam rempah kemudian dipanggang di atas bara api.Khas sate padang adalah diguyur kuah kental campuran kacang yang diulek bersama tepung maizena, air, cabai dan berbagai rempah. Jangan lupa ketupat, kerupuk kulit, keripik singkong pedas dan bawang goreng sebagai tambahannya.
Untuk Anda yang tinggal di Jakarta, sate padang mudah ditemui di mana saja, mulai dari kaki lima sampai beberapa restoran di mall. Saya mulai menemukan sate padang yang nikmat di kawasan Jl Radio Dalam, Jakarta Selatan. Namanya “Sate Padang Salero Ajo.”
Salero Ajo di waktu malam. Foto: Jajalable CulinarySalero Ajo memiliki ciri khas sate lidahnya yang gurih, empuk dan irisannya besar-besar. Plus kuahnya yang banyak dalam setiap porsinya serta ketupatnya yang lembut. Kuahnya gurih dan pedas, tapi tidak terlalu menggigit. Sehingga tak akan membuat orang kelabakan saat memakan.
Selain sate lidah, Salero Ajo juga menjual juga sate usus, jantung dan daging sapi.
Saya sangat menyukai jika sate padang ditambahkan kerupuk kulit yang dicelup bersama kuahnya. Tekstur kerupuk kulit yang renyah, krenyes-krenyes pun jadi lunak.
Satu porsi sate padang plus ketupat dijual seharga Rp 17.500. Satu bungkus kerupuk kulit dijual hanya Rp 2 ribu.
Di kawasan Radio Dalam juga ada beberapa penjaja sate padang. Lokasi Salero Ajo terletak tak jauh dari perempatan lampu merah Radio Dalam, sekitar 200 meter. Jika Anda berjalan menuju ke arah Pondok Indah, maka Sate Padang Salero Ajo ada di sebelah kanan, warung tenda yang banyak lampunya dengan terpal putih.
Selamat ketagihan!
Wah kalo resep yang satu ini sih siapapun pasti suka. Asem, pedas, manis, seger, nano-nano rasanya…Kalo di Bali Rujak Buahnya aneh-aneh lo…pernah nyoba ga Rujak Buah Boni Kuah Pindang (Rujak ini beneran lo pake kuah pindang, masih ada di daerah Denpasar), Rujak Buah Buleleng (Rujak Buah Buleleng menggunakan pisang batu pada sambalnya), ada juga lo Rujak Buah Sambal Batu Kapuk (Mama saya bilang, Rujak yang satu ini biasa dijumpai di desa-desa di Bali, jaman sekarang sih udah langka). Hmmm…kebayang ga rasanya??? Ah daripada buat yang aneh-aneh, yuk buat Rujak Buah yang ini aja…
Resep Bahan Rujak Buah :
Cara Membuat Rujak Buah :
Selamat mencoba
Resep Bahan Rujak Buah :
- 1 buah bengkuang
- 1/4 buah (350 gram) pepaya mengkal
- 300 gram nanas
- 1 buah mangga muda
- 8 buah jambu air merah, dipotong 3 bagian
- 2 buah ketimun
- 3 buah kedondong
- 150 gram kacang tanah kulit goreng
- 2 buah cabai rawit merah
- 1 sendok teh terasi goreng
- 1/2 sendok teh garam
- 100 gram gula merah
- 2 sendok makan air asam jawa (dari 1 sendok teh asam jawa dan 3 sendok makan air)
- 150 gram nanas, dipotong-potong
Cara Membuat Rujak Buah :
- Ulek rata cabai rawit merah, terasi, garam, gula merah, dan air asam jawa. Masukkan kacang. Ulek rata. Tambahkan nanas. Ulek jangan terlalu hancur.
- Sajikan buah dengan sambal dan pelengkapnya.
- Selamat menikmati.
Selamat mencoba
Sate Mataram
Bahan:
250 gr daging sapi, potong dadu 2 x 2 cm
4 btr bawang merah, iris halus
4 siung bawang putih, iris halus
2 cm lengkuas
1 sdm asem jawa
75 ml air
garam secukupnya
10 – 15 bh tusuk sate
250 gr daging sapi, potong dadu 2 x 2 cm
4 btr bawang merah, iris halus
4 siung bawang putih, iris halus
2 cm lengkuas
1 sdm asem jawa
75 ml air
garam secukupnya
10 – 15 bh tusuk sate
Cara membuatnya:
Bawang merah, putih dan lengkuas dihaluskan. Campur dengan asem dan air, aduk hingga rata. Siram campuran ke atas daging, remas-remas rata dan biarkan selama 30 menit. Tusuk daging ke tusukan sate dan bakar hingga matang. Sajikan dengan sambal kecap.
Bawang merah, putih dan lengkuas dihaluskan. Campur dengan asem dan air, aduk hingga rata. Siram campuran ke atas daging, remas-remas rata dan biarkan selama 30 menit. Tusuk daging ke tusukan sate dan bakar hingga matang. Sajikan dengan sambal kecap.
Sate Lilit
Bahan:
500 gr daging sapi giling
10 ml air jeruk limau
100 ml santan kental
15 – 20 bh tusuk sate, rendam 1 jam dalam air sebelum digunakan.
500 gr daging sapi giling
10 ml air jeruk limau
100 ml santan kental
15 – 20 bh tusuk sate, rendam 1 jam dalam air sebelum digunakan.
Haluskan:
4 bh cabe merah
5 bh cabe rawit
2 sdm bawang merah goreng
1 sdt merica bulat
1/2 sdt gula
garam
4 bh cabe merah
5 bh cabe rawit
2 sdm bawang merah goreng
1 sdt merica bulat
1/2 sdt gula
garam
Cara membuatnya:
Campur daging dengan bumbu halus, air jeruk dan santan hingga menjadi adonan yang kental. Padatkan adonan dan tusuk dengan tusuk sate hingga sepanjang 1/2 panjang tusuk sate. Bakar sate diatas bara api sambil dibolak-balik hingga sate matang dan berwarna kecoklatan.
Angkat dan sajikan.
Campur daging dengan bumbu halus, air jeruk dan santan hingga menjadi adonan yang kental. Padatkan adonan dan tusuk dengan tusuk sate hingga sepanjang 1/2 panjang tusuk sate. Bakar sate diatas bara api sambil dibolak-balik hingga sate matang dan berwarna kecoklatan.
Angkat dan sajikan.
Sate Buntel
Bahan:
250 gram daging kambing, cincang
10 – 12 bh tusuk sate
Aluminium foil
250 gram daging kambing, cincang
10 – 12 bh tusuk sate
Aluminium foil
Haluskan:
4 btr bawang merah
1/2 sdt ketumbar sangrai
garam dan merica
4 btr bawang merah
1/2 sdt ketumbar sangrai
garam dan merica
Sambal Kecap :
6 bh cabe rawit, iris bulat
6 bh bawang merah, iris halus
4 sdm kecap manis
kecap asin
1 bh 1 sdm jeruk limau, belah dua
6 bh cabe rawit, iris bulat
6 bh bawang merah, iris halus
4 sdm kecap manis
kecap asin
1 bh 1 sdm jeruk limau, belah dua
Cara membuatnya:
Campur bumbu halus dengan daging kambing dan buatlah bulatan memanjang (menyerupai bakso tapi agak memanjang). Tusuk tiap bulatan dengan 1 tusuk sate lalu bungkus bulatannya dengan aluminium foil dan kukus hingga matang. Buang aluminium foilnya dan bakar atau panggang sebentar. Campur semua bahan untuk sambal kecap dan sajikan sate dengan sambal kecap.
Campur bumbu halus dengan daging kambing dan buatlah bulatan memanjang (menyerupai bakso tapi agak memanjang). Tusuk tiap bulatan dengan 1 tusuk sate lalu bungkus bulatannya dengan aluminium foil dan kukus hingga matang. Buang aluminium foilnya dan bakar atau panggang sebentar. Campur semua bahan untuk sambal kecap dan sajikan sate dengan sambal kecap.
Sate Jamur
15 Agustus, 2007 pada 5:59 am · Disimpan dalam Khas Daerah, Sate
Jamur merang atau jamur kancing. Jamur merang tidak perlu dipotong namun kalau jamur kancing sebaiknya bagi dua atau empat. Potongan jamur (atau bulatan jamur) ini
kemudian ditumis matang dengan ulekan bumbu-bumbu :
ulek bawang merah,
bawang putih,
jahe lengkuas parut,
cabe merah sedikit.
Tumis jamur dan bumbu ulek ini, tambahkan garam
tusukan sate) kira-kira 5 s/d 7 jamur satu tusukan, dan atur di atas piring .
Tambahkan bumbu pecel (tanpa trasi) yang telah dimasak dengan air panas.
Tambahkan irisan kecil-kecil cabe rawit dan bawang merah mentah secukupnya. Kemudian tambahkan sari jeruk atau jeruk nipis (Lemon juga mentah).
Tambahkan sedikit kecap manis kalau perlu.
Sebaiknya bumbu sate disajikan sesuai dengan selera daerah masing-masing, seandainya bumbu pecel tanpa trasi tidak tersedia. Bisa juga bumbu kacang diganti dengan bumbu kecap yang diperkaya dengan irisan tomat, cabe rawit dan bawang merah mentah secara kecil. Cari kecap daerah kegemaran anda.
Sate Padang
Sate Padang sangat terkenal dan digemari oleh banyak orang. Dimana mana sepertinya ada warung sate yang menjual Sate ala Sumatera Barat iniIngredients:
- Daging 1/2 kg.
- Cabe 1/4 ons (tergantung kesukaan)
- Merica, ketumbar, jinten, masing”nya 1 st
- Jahe, junyit, sereh, lengkuas, masing”nya seibu jari.
- Daun kunyit, d.jeruk.
- Bawang merah 8 siung
- Bawang putih 4 siung
- 1/2 cangkir tepung beras, dan garam secukupnya.
Recipe Properties:
- Semua bumbu, kecuali lengkuas, d.jeruk, & d.kunyit, dihaluskan
- Rebus daging bersama bumbusemua bumbu, sampai matang
- Angkat daging, lalu potong” kecil, dan tusuk dgn lidi sate.
- Tepung beras dilarutkan dlm air lalu dimasukkan kedlam air rebusan daging, terus direbus sampai kental, seperti bubur.
- Siramkan bumbu tsb diatas sate.
- Dihidangkan hangat” bersama ketupat/lontong.
Makanan khas timur tengah dari dulu terkenal akan rasanya yang khas dan sarat dengan rempah-rempah. Salah satu rumah makan yang menyajikan masakan khas timur tengah adalah depot Al Mutlik. Depot Al Mutlik berada di kawasan Ampel, yang lebih dikenal dengan nama Kampung Arab, Surabaya. Untuk menemukan depot ini, cukup dengan menyusuri jalan utama, yaitu jalan KH Mas Mansyur. Letak depot ini terletak di bawah hotel Kemajuan yang cukup terkenal di kawasan Ampel.
![[Image: imgp0099ed.jpg?w=106&h=140]](http://yusapp.files.wordpress.com/2008/06/imgp0099ed.jpg?w=106&h=140)
Makan di depot Al Mutlik memberikan pengalaman baru bagi saya. Pemandangan khas yang pertama kali mencuri perhatian saya adalah sebuah botol unik seperti teko. Ternyata, fungsi dari botol itu adalah untuk mencuci tangan. Kreatif sekali.
Menu andalan depot ini adalah kambing oven bakar yang dipanggang dengan arang. Rasanya sangat khas dan sangat arab. Menu yang lain juga sangat khas timur tengah, seperti gule kacang ijo, roti maryam, gule kambing, nasi briani, nasi tomat, dan tentu saja nasi kebuli. Menu-menu seperti ini hanya dapat kita temui di rumah makan khas timur tengah.
![[Image: imgp0109ed1.jpg?w=269&h=164]](http://yusapp.files.wordpress.com/2008/06/imgp0109ed1.jpg?w=269&h=164)
Harga yang ditawarkan juga relatif murah. Satu porsi kambing oven bakar (bisa untuk 2-3 orang) dihargai Rp 32.000. Sepiring nasi briani Rp 8000 dan satu mangkok gule kacang ijo diberi harga Rp 15.000. Cukup sediakan Rp 100.000 dan nikmati masakan khas timur tengah ini bersama dua orang teman. Jika Anda bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba sesuatu yang baru tapi masih relatif “aman”, Anda bisa mencoba mencicipi sajian di depot ini. Kambing oven bakar dan gule kacang ijo (plus roti maryam) is a must.
![[Image: imgp0099ed.jpg?w=106&h=140]](http://yusapp.files.wordpress.com/2008/06/imgp0099ed.jpg?w=106&h=140)
Makan di depot Al Mutlik memberikan pengalaman baru bagi saya. Pemandangan khas yang pertama kali mencuri perhatian saya adalah sebuah botol unik seperti teko. Ternyata, fungsi dari botol itu adalah untuk mencuci tangan. Kreatif sekali.
Menu andalan depot ini adalah kambing oven bakar yang dipanggang dengan arang. Rasanya sangat khas dan sangat arab. Menu yang lain juga sangat khas timur tengah, seperti gule kacang ijo, roti maryam, gule kambing, nasi briani, nasi tomat, dan tentu saja nasi kebuli. Menu-menu seperti ini hanya dapat kita temui di rumah makan khas timur tengah.
![[Image: imgp0109ed1.jpg?w=269&h=164]](http://yusapp.files.wordpress.com/2008/06/imgp0109ed1.jpg?w=269&h=164)
Harga yang ditawarkan juga relatif murah. Satu porsi kambing oven bakar (bisa untuk 2-3 orang) dihargai Rp 32.000. Sepiring nasi briani Rp 8000 dan satu mangkok gule kacang ijo diberi harga Rp 15.000. Cukup sediakan Rp 100.000 dan nikmati masakan khas timur tengah ini bersama dua orang teman. Jika Anda bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba sesuatu yang baru tapi masih relatif “aman”, Anda bisa mencoba mencicipi sajian di depot ini. Kambing oven bakar dan gule kacang ijo (plus roti maryam) is a must.
[UNIKNYA.COM]: Pastinya hampir semua orang di Indonesia mengenal masakan Padang. Bersama Warung Tegal, rumah makan Padang berlomba-lomba mengisi setiap jengkal wilayah di negeri ini. Masakan Padang bercirikan pedas, bersantan dan sangat lezat. Di Sumatera Barat sendiri sebenarnya ada ratusan resep masakan. Namun yang diangkat populer di rumah makan Padang hanya beberapa. Berikut adalah 5 masakan khas Sumatera Barat:
1. Asam Padeh
Asam Padeh merupakan masakan yang bercita rasa asam dan pedas. Bumbunya lazim menggunakan asam jawa, cabe dan berbagai racikan bumbu lainnya. Bahan utamanya biasanya menggunakan berbagai jenis ikan seperti tongkol, kakap, atau tuna.
2. Rendang
Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa(karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak). Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu:
3. Ayam Pop
Ayam Pop adalah makanan khas Sumatera Barat yang menggunakan bahan utama ayam, air kelapa dan santan. Selain bahan-bahan tadi, ayam pop menggunakan bumbu bawang putih, jaeh dan garam. Cara pengolahan ayam pop adalah dengan melumurkan ayam dengan jeruk nipis dan bumbu halus, lalu dimasukan ke dalam santan dan air kelapa yang sudah dipanaskan. Ayam pop biasanya dihidangkan dengan cabe merah dan sayur pucuk ubi.
4. Itiak Lado Hijau
Itiak Lado Hijau atau yang dikenal dengan Itiak Lado Mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabe hijau. Saking banyaknya porsi cabe, seolah-olah kita melihat daging bebek muda itu “berendam” dalam cabe. Itiak Lado Hijau adalah masakan tradisional khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Keadaan cuaca Bukittinggi yang berhawa sejuk membuat Itiak Lado Hijau menjadi makanan yang dapat menghangatkan badan selain rasanya yang sangat lezat.
5. Dendeng
Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan semi-manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan. Di Sumatera Barat, pengolah dendeng dibagi dua, satu dendeng kering dan satunya dendeng basah. Dendeng kering biasanya diolah lagi dengan menggunakan cabe merah, kita kenal dengan sebutan Dendeng Balado. Sedangkan dendeng basah biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat masakan Dendeng Batokok yang sangat terkenal itu.(**)
1. Asam Padeh
Asam Padeh merupakan masakan yang bercita rasa asam dan pedas. Bumbunya lazim menggunakan asam jawa, cabe dan berbagai racikan bumbu lainnya. Bahan utamanya biasanya menggunakan berbagai jenis ikan seperti tongkol, kakap, atau tuna.
2. Rendang
Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas dari Sumatera Barat, Indonesia ini sangat digemari di semua kalangan masyarakat baik itu di Indonesia sendiri ataupun di luar negeri. Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa(karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak). Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatra Barat yaitu musyawarah, yang berangkat dari 4 bahan pokok, yaitu:
- Dagiang (Daging Sapi), merupakan lambang dari Niniak Mamak (para pemimpin Suku adat)
- Karambia (Kelapa), merupakan lambang Cadiak Pandai (Kaum Intelektual)
- Lado (Cabai), merupakan lambang Alim Ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syarak (agama)
- Pemasak (Bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minang.
3. Ayam Pop
Ayam Pop adalah makanan khas Sumatera Barat yang menggunakan bahan utama ayam, air kelapa dan santan. Selain bahan-bahan tadi, ayam pop menggunakan bumbu bawang putih, jaeh dan garam. Cara pengolahan ayam pop adalah dengan melumurkan ayam dengan jeruk nipis dan bumbu halus, lalu dimasukan ke dalam santan dan air kelapa yang sudah dipanaskan. Ayam pop biasanya dihidangkan dengan cabe merah dan sayur pucuk ubi.
4. Itiak Lado Hijau
Itiak Lado Hijau atau yang dikenal dengan Itiak Lado Mudo adalah gulai daging bebek muda yang dilumuri cacahan cabe hijau. Saking banyaknya porsi cabe, seolah-olah kita melihat daging bebek muda itu “berendam” dalam cabe. Itiak Lado Hijau adalah masakan tradisional khas Koto Gadang, Kabupaten Agam. Keadaan cuaca Bukittinggi yang berhawa sejuk membuat Itiak Lado Hijau menjadi makanan yang dapat menghangatkan badan selain rasanya yang sangat lezat.
5. Dendeng
Dendeng adalah daging yang dipotong tipis menjadi serpihan yang lemaknya dipangkas, dibumbui dengan saus asam, asin atau manis dengan dikeringkan dengan api kecil atau diasinkan dan dijemur. Hasilnya adalah daging yang asin dan semi-manis dan tidak perlu disimpan di lemari es. Dendeng adalah contoh makanan yang diawetkan. Di Sumatera Barat, pengolah dendeng dibagi dua, satu dendeng kering dan satunya dendeng basah. Dendeng kering biasanya diolah lagi dengan menggunakan cabe merah, kita kenal dengan sebutan Dendeng Balado. Sedangkan dendeng basah biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat masakan Dendeng Batokok yang sangat terkenal itu.(**)

Rendang Daging merupakan salah satu resep masakan khas Padang. Citarasa makanan Padangini terkenal disukai dan cocok di lidah orang Indonesia, tak heran bila di berbagai daerah banyak ditemui resto makanan Padang. Anda ingin memulai bisnis resto serupa?? Yuk, dicoba resep Rendang Kali ini dan nantikan resep masakan Padang lainnya hanya di Inforesep.
Resep Bahan Rendang Daging :
- daging sapi lulur 500 gram, potong melebar kurang lebih 12 bagian
- daun kunyit 2 lembar
- daun jeruk 2 lembar
- serai 2 batang, memarkan
- pekak 1 buah
- kelapa parut sangrai 2 sendok makan
- santan 1000-1500 ml dari 2 butir kelapa
- minyak goreng 2 sendok makan
- bawang merah 10 butir
- bawang putih 6 siung
- cabai merah 150 gram
- cabai rawit sesuai selera
- kemiri 5 butir
- jinten 1/2 sendok teh
- ketumbar 1 sendok teh
- kunyit 1/2 cm
- jahe 1 cm
- garam secukupnya
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, daun kunyit, daun jeruk, serai dan pekak hingga harum.
- Masukkan daging, aduk hingga berubah warna.
- Tuang santan dan tambahkan kelapa parut sangrai, masak di atas api sedang sambil diaduk perlahan hingga mendidih.
- Kecilkan api, masak hingga daging matang, berminyak dan kecoklatan.
- Angkan dan sajikan.
Selamat mencoba
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rendang daging yang berasal dari Sumatera Barat dikategorikan sebagai satu dari 50 makanan paling enak di dunia. Rendang seperti dirilis CNNgo, pekan lalu, menempati urutan ke-11 makanan paling enak berdasarkan survei itu.
Kari Massaman dari Thailand dalam peringkat itu menduduki peringkat pertama. Dari situs CNNgo, peringkat makanan terenak dunia ini mengundang pro dan kontra. Namun dari pembaca yang memberikan tanggapan soal Rendang umumnya meyakini ini makanan yang enak.
Rendang dari daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas Padang ini tidak hanya dijajakan di Indonesia namun juga sampai ke luar negeri.
Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak).
Nah mau tahu apa saja makanan terenak di dunia, ini dia daftarnya :
1.Kari Massaman, Thailand
2.Neapolitan Pizza, Italia
3.Chocolate, Mexico
4.Sushi, Jepang
5.Peking Duck, Cina
6.Hamburger, Jerman
7.Penang Assam Laksa, Malaysia
8.Tom Yam Goong, Thailand
9.Ice Cream, Amerika
10.Chicken Muamba, Gabon
11.Rendang, Indonesia
12.Sheperd's Pie, Inggris
13.Corn on the cob, global
14.Doughnut, Amerika
15.Kalua pig, Amerika
16.Egg Tart, Hongkong
17.Lobster, global
18.Kebab, Iran
19.Nam tok moo, Thailand
20.Arepaz, Venezuela
21.Croissant, Perancis
22.Brownie and Vanila Ice cream, global
23.Lasagna, Italia
24.Champ, Irlandia
25.Buttered Garlic Crab, India
26.Fajitas, Mexico
27.Montreal Style Smoked Meat, Canada
28.Pho, Vietnam
29.Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30.Goi cuon, Vietnam
31.Parma ham, Italia
32.Ankimo, Jepang
33.Fish n Chips, Inggris
34.Maple Syrup, Kanada
35.Chilli Crab, Singapura
36.Texas BBQ pork, Texas
37.Chicken parm, Australia
38.Frensh Toast, Hongkong
39.Ketchup, Amerika
40.Marzipan, Jerman
41.Stinky Tofu, Asia Tenggara
42.Buttered Tost with Marmite, Inggris
43.Tacos, Mexico
44.Poutine, Kanada
45.Chicken Rice, Singapura
46.Som Tam, Thailand
47.Seafood Paella, Spanyol
48.Potato Chips, Amerika
49.Masala Dosa, India
50.Buttered popcorn, Amerika.

Esok harinya, rombongan peserta lain dari Kabupaten Solok, dipimpin oleh Mr. Muhammad, mengajak kami untuk menikmati salah satu kuliner yang banyak dikunjungi orang di Kota Padang yaitu Es Durian Ganti nan Lamo. Berbeda dengan Es Durian di Bandung, misalnya di Mie Akung atau di Mie Ayam di Tubagus Ismail, dimana durian disajikan masih dalam bentuk gelondongan, di sini es durian sudah berbentuk lumer. Disajikan dalam mangkok, pertama diisi dengan bubur pacar dan kelapa muda, kemudian es yang sudah diserut, di atasnya baru dibanjur lumeran durian dan dikasih susu coklat kental manis. Rasanya? Kalau anda ke Kota Padang, tempat ini WAJIB dikunjungi :) Tempatnya ada di sekitar jembatan Siti Nurbaya (sori lupa mencatat nama jalannya) Kita bisa menikmati es durian ini dengan berbagai menu lainnya seperti sate padang, gado-gado padang, pempek dan lain-lain. Di dinding warung ini dipajang foto-foto selebritis yang pernah berkunjung mulai dari Azwar Anas, Hetty Koes Endang, sampai artis2 sinetron masa kini.

Setelah dari Makassar, sebenarnya perjalanan saya berlanjut ke kota Palangkaraya. Tetapi sayang, ketika orang sini ditanya makanan khas mereka malah bingung sendiri, akhirnya kita hanya makan di RM Padang biasa dan ayam goreng pinggir jalan. Nggak ada yang istimewa.
Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 16 Desember 06, saya diajak untuk pergi lagi ke Padang Panjang. Mendarat di Bandara Internasional Minangkabau siang harinya, kita langsung meluncur untuk makan siang di Kota Padang. Saya dibawa ke The Mirama, Cafe & Seafood Restaurant, di Jl. Gereja 38.
Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 16 Desember 06, saya diajak untuk pergi lagi ke Padang Panjang. Mendarat di Bandara Internasional Minangkabau siang harinya, kita langsung meluncur untuk makan siang di Kota Padang. Saya dibawa ke The Mirama, Cafe & Seafood Restaurant, di Jl. Gereja 38.

Berbeda dengan Sate Mak Syukur di Padang Panjang, Sate Padang di warung kecil pinggir jalan ini menggunakan gagrak Pariaman, yang kuahnya agak kemerahan. Menurut Pak Bondan Winarno, warna kemerahan pada kuah sate pariaman didapat dari cabe yang membuatnya lebih menggigit. Rasanya, nikmat sekali man... Mungkin karena saya sudah ngidam sate padang sejak minginjakkan kaki di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tapi baru kesampean di hari ke-3 :) Walau hanya warung kecil pinggir jalan, tapi daging dan kuah sate yang disajikan benar2 luarr biasaa..

Coretan kali ini merupakan posting kedua Wisata Kuliner dari Ranah Minang. Setelah tulisan pertama banyak bercerita kuliner dari Padang Panjang, kali ini saya akan bercerita tentang Sate Padang di Indarung dan Es Durian di Kota Padang. Kebetulan pada pertengahan Mei 2007 saya mendapat kesempatan kembali ke Padang, untuk menjadi nara sumber dalam Diklat TIK dan eGovernment yang diselenggarakan oleh Badan Litbang SDM, Depkominfo. Kesempatan menikmati Sate Padang saya baru bisa peroleh di hari ke 3, setelah beberapa peserta mengajak saya dan teman saya, Susilo, untuk menikmati Sate Padang di dekat tempat diklat, di Indarung, Padang Besi.

Ini dia resep masakan khas Padang yang cukup santer di daerah saya. Ya tak ada lain adalah Gulai Kepala ikan. Rasanya benar-benar gurih.
Serba-serbi masakan Padang :
- Masakan padang terkenal dengan rasanya yang gurih dan pedas karena penggunaan santan dan cabai merah.
- Bahan baku yang biasa digunakan : daging sapi, jerohan sapi, otak, ayam, bebek, ikan mas, gurami dan telur ayam.
Sayurannya : daun singkong, kacang panjang, pakis, nangka muda dan buncis. Sedang bumbu yang selalu dipakai : cabai merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, daun kunyit dan daun mangkokan. - Orang Minang tidak pernah menggunakan gula dalam memasak baik gula merah maupun gula pasir.
- Masakan Padang terkenal kaya bumbu dan rempah. Perbandingan bumbu dan bahannya bisa mencapai 8 : 2 (bumbu : bahan).
- Panaskan masakan Padang dalam waktu yang lama dan berulang untuk mendapatkan cita rasa yang maksimal.
- kepala ikan kakap ukuran sedang 2 potong, cuci bersih-bersih
- santan 1000 ml dari 1 butir kelapa
- garam secukupnya
- serai 1 batang, memarkan
- lengkuas 1 cm, memarkan
- daun kunyit 1 lembar
- daun jeruk 1 lembar
- bawang merah 9 butir
- bawang putih 3 siung
- cabai merah 5 buah
- jahe 1/2 cm
- kunyit 1 cm
- Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, lengkuas, daun kunyit, dan daun jeruk hingga harum.
- Tuang santan, masak sambil diaduk hingga mendidih.
- Masukkan asam kandis dan kepala ikan. Masak di atas api kecil hingga kepala ikan matang dan santan berminyak.
- Tambahkan garam, aduk rata. Angkat.
- Sajikan.

Asam Kandis

Pekak
Untuk 2 potong
Selamat mencoba
You might also like:
- Setiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dari daerah lainnya. Demikian pula halnya Bali. Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama para wisatawan dalam negeri maupun manca negara, memiliki banyak sekali keunikan. Budayanya yang adi luhung telah menarik berbagai bangsa dari bermacam belahan dunia untuk datang mengunjunginya.
- Pulau Dewata sudah terkenal, ayam betutu -masakan khas Bali- juga sudah tak asing lagi. Tapi, mungkin Anda belum pernah mencicipi nasi jenggo -sejenis nasi kucing di Solo-, sayur lawar, sate lilit (terbuat dari ikan tenggiri), sayur ares (terbuat dari batang pohon pisang muda), dan rujak kuah pindang.
1. sate lilit
Makanan berupa sate tidak selalu daging yang disayat atau dipotong-potong lalu ditusuk sebelum dibakar. Begitu pula untuk sate lilit yang merupakan santapan khas Bali. Bahan dasar sate ini adalah ikan laut berukuran besar, seperti tuna. Daging ikan ini dilembutkan dan diberi bumbu, santan, serta parutan kelapa. Ketika bumbu sudah menyatu dengan ikan, sate mulai bisa dibentuk dengan mengepal daging ikan memanjang di tusuk sate. Sate lilit dibakar dan siap dinikmati bersama sepiring tupat, semangkuk sup ikan, dan plecing kangkung.Rasanya sedikit pedas dan aroma khasnya ketika dibakar dijamin bikin ngiler. Apalagi bagi penikmat makanan dan penggemar pedas. Membakarnya pun pakai arang batok kelapa, bukan arang kayu. Katanya, rasanya lebih nyus pakai batok kelapa.
Ayam Betutu adalah masakan khas dari daerah Gilimanuk Bali, ayam kampung yang dimasak ungkep selama 1 jam ini dan juga dipanggang menambah lezat dan Ayam Betutu Original yang terasa pedasnya.
3. rujak kuah pindang

Rujak Kuah Pindang adalah makanan khas Bali. Rujak Kuah Pindang hampir mirip dengan rujak manis atau rejak gula. Contoh buah yang digunakan mirip dengan rujak gula seperti bengkuang, pepaya, kedondong, mentimun, belimbing, mangga dan lain lain. Buah buahan ini di kupas kemudian dipotong kecil kecil. Yang membedakan dengan rujak biasa adalah pelengkapnya, yatiu kaldu atau kuah yang terbuat dari rebusan ikan, garam, terasi dan cabai. Semua bahan pelangkap itu diulek sampai halus. Tapi tidak diberikan air lagi karena dicampur kuah pindang (kaldu ikan pindang) yang sudah cair.
4. jukut ares/ syur ares
Jukut (sayur) rambanan merupakan jenis lauk pauk dengan bahan baku berbagai jenis sayuran. lauk pauk ini menggunakan santan kental yang memberikan citarasa yang gurih. Karena terdiri dari berbagai jenis sayuran, maka sayur ini sangat baik untuk pencernaan. Untuk menambah lezatnya sering juga dikonsumsi dengan sambal tersai.5. plecing kangkung
Plecing kangkung adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari Bali. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan saus sambal terasi, tomat, toge, kacang, dan jeruk nipis.
6. serombotan
Srombotan adalah sayuran khas Klungkung Bali, terbuat dari sayur buah botor muda atau paku, toge, kobis yang dimasak setengah matang. kemudian diberi bumbu disebut kalas yang terdiri dari santan yang diberi tumbukan kunyit, lengkuas, bawang merah dan bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur. Cara memasaknya yaitu degan dimasak hingga kental. Kalas inilah yang menjadi ciri khas serombotan yang kalau dihidangkan harus menggunakan kacang goreng dan nasinya bercampur ubi jalar atau nasi oran sele orang Bali menyebutnya. Sayur ini sudah mendunia, karena restorant Made dan beberapa restorant di Bali menjadikannya sebagai hidangan utama pada menunya. Adalah Bondan WInarno pembawa acara wista kuliner di trans tv yang memberikan istilah MAKNYUS alias enak murah dan enak untuk Srombotan ini. Dia seakan menjadi icon utama dibalik kelesatan sayuran di Bali saat ini.7. lawar bali
Lawar adalah makanan tradisional Bali yang sudah sangat terkenal di daerah Bali, karena disamping digunakan sebagai sajian dan hidangan juga telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali. Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapadan terkadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri, darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari.Penamaannya bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging babi maka lawar yang dihasilkan disebut lawar babi., demikian juga bila yang digunakan sayur nangka, maka lawarnya diberi nama lawar nangka. Ada juga pemberian namanya berdasarkan warna lawarnya yaitu lawar merah bila warna lawarnya merah, lawar putih bila warna lawarnya putih dan ada lawar yang bernama lawar padamare, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar. Lawar disajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.
8. pisang rai
enganan yang terbuat dari pisang ini memang menjadi santapan yang enak apalagi sambil ditemani dengan secangkir kopi atau teh manis hangat. Yak, Pisang Rai namanya. Penganan khas Bali ini saya temukan ketika sedang menghabiskan sore di Ancol Jimbaran Resto.Pisang yang digunakan adalah pisang tanduk yang cukup tua sehingga rasanya cukup legit. Pisang tanduk yang telah dipotong-potong ini dibalut dengan adonan yang terdiri dari tepung beras, tepung tapioka, dan juga santan. Kalau tak ada pisang tanduk bisa juga digantikan dengan pisang kepok atau pisang raja yang masak di pohon.
Nah, pisang tanduk yang sudah dicelupkan kedalam adonan tadi segera dimasukkan kedalam panci yang sudah berisi air mendidih. Kalau pisang sudah mengapung barulah diangkat dan tiriskan.
Sebagai pelengkap ditaburilah dengan kelapa parut yang telah dikukus. Beberapa daerah di Bali menyajikan pisang rai ini dengan kinca gula merah. Selain itu adonan yang membalut pisang biasanya diberi pewarna hijau dari daun suji atau daun pandan sehingga warnanya terlihat lebih cantik.
9. sambel matal/ sambel mentah

Sambal matah berasal dari Bali, rasanya segar dan pedasnya menggigit, dimakan dengan nasi nasi campur Bali atau ikan bakar.
masih banyak makanan khas bali,.
maaf saya sengaja tidak bisa menampilkan makanan khas bali-babi guling, jika ingin tau silahkan googling sendiri.


















